Khutbah Sayyidah Fatimah Zahra as

Untaian kata yang penuh hikmah dari  wanita Pilihan Allah SWT, Putri Rosullullah SAWW, wanita penghuni surga yang paling utama… Beliau Sayyidah Fatimah Zahra as..

Wahai ummat manusia yang bergegas ke arah ucapan batil

Yang diam dan rela atas tindakan keji dan merugi

Apakah kalian tidak merenungkan Al-quran atau ada gembok di hati kalian

Tidak demikian yang sesungguhnya, melainkan perbuatan buruk kalian telah mengalahkan hati kalian

Maka dia telah merampas telinga dan mata kalian

Sejelek-jeleknya penakwilan adalah penakwilan kalian

Seburuk-buruknya ganti adalah kebatilan yang kalian jadikan sebagai ganti dari kebenaran

Sungguh dan sungguh demi Allah kalian akan menerima beban yang berat dan akibat yang dahsyat (di hari kiamat nanti)

Khutbah Sayyidah Fatimah Zahra as

 

Rasulullah SAW bersabda: “wanita penghuni surga yang paling utama ada empat; Khadijah bintu Khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, Asiyah bintu Muzahim –istri Fir’aun-, dan Maryam bintu Imran”[1]. Rasulullah SAW bersabda: “sebaik-baik wanita alam semesta ada empat; Maryam bintu Imran, Asiyah bintu Muzahim, Khadijah bintu Khuwailid, dan Fatimah bintu Muhammad”[2]. Rasulullah SAW bersabda: “Fatimah adalah bagian dariku, maka barang siapa yang membuatnya marah niscaya telah membuatku marah” “Fatimah adalah bagian dariku, maka barang siapa yang mengganggunya niscaya telah menggangguku” “sesungguhnya Allah murka dengan murka Fatimah dan rela dengan rela Fatimah”[3]

Puja bagi Allah atas nikmat yang telah Dia berikan

Terima kasih pada Allah atas apa yang telah Dia ilhamkan (nikmat batin)

Puji bagi Allah atas apa yang telah Dia sodorkan;

Berupa nikmat-nikmat umum yang Dia mulai (sebelum ada hak sedikitpun pada manusia)

Berupa anugerah yang berlimpah dan sempurna

Dan berupa semua pemberian yang berturut-turut

Begitu banyak nikmat Allah sehingga tidak mungkin untuk menghitungnya

Tidak mungkin untuk menjangkau batasannya

Selamanya tidak akan mungkin untuk diketahui semua

Dia mengajak mereka untuk minta tambah dengan cara bersyukur, karena sambungan yang terdapat dalam nikmatNya

Mengharuskan makhluknya untuk memuja dengan limpahan nikmatNya

Sebagaimana Dia juga mengajak mereka pada hal-hal yang serupa

Aku bersaksi bahwa “tiada Tuhan selain Allah Yang Esa dan tak bersetara”, sebuah kalimat yang kembali pada ketulusan (ikhlas)

Kalimat yang capaiannya telah ditanamkan di hati setiap orang

Kalimat yang rasionalisasinya tercerahkan dalam pikiran

Allah yang mata tak mampu melihatnya

Lidah tak sanggup menyifatiNya

Pikiran tak dapat menjangkau bagaimana Dia

Dia ciptakan segala sesuatu tidak dari sesuatu sebelumnya

Dia ciptakan tanpa menyontek contoh yang lain

Dia adakan dengan kekuasaanNya dan Dia ciptakan dengan kehendakNya

Tanpa Dia butuh pada penciptaan itu

Tanpa ada faidah dari penggambaran itu

Tiada lain hanya merupakan pembuktian atas hikmahNya, peringatan atas ketaatan padaNya, penjelasan kuasaNya, penyembahan hambaNya, dan penegasan ajakanNya

Kemudian Dia tetapkan pahala bagi ketaatan padaNya

Dia tentukan siksa bagi kemaksiatan padaNya

Untuk mencegah hamba-hambaNya dari murka

Dan mendorong mereka ke arah surgaNya

Aku bersaksi bahwa ayahku (Muhammad) adalah hamba dan utusanNya

Dia telah memilihnya sebelum menciptakan

Dia telah memilihnya sebelum mengutus

Di saat manusia masih tersembunyi dalam gaib

Di saat manusia masih terhalang oleh tabir yang menyeramkan

Di saat manusia masih sarat dengan ketiadaan

Atas dasar ilmu Allah terhadap tempat kembalinya segala sesuatu

Atas dasar pengetahuanNya terhadap segala hal yang akan terjadi

Atas dasar makrifatNya terhadap situasi dan kondisi serta maslahat segala hal yang Dia tentukan

Allah mengutus Muhammad untuk melengkapkan urusanNya

Sebagai tekad untuk menetapkan hukumNya

Sebagai penerapan takdir-takdirNya yang pasti

Kemudian Dia saksikan penduduk bumi berpecah belah dalam agama mereka

Mereka yang tunduk beribadah pada api

Mereka yang menyembah arca

Mereka yang mengingkari Allah di saat mereka mengetahuiNya

Maka Allah menerangi kegelapan itu dengan Muhammad SAW

Dia lapangkan hati dari problema

Dia jelaskan mata dari kesamaran

Dan Rasulullah bangkit di tengah ummat manusia dengan membawa hidayah

Menyelamatkan mereka dari kesesatan

Menyembuhkan mereka dari kebutaan (mata dan hati)

Menunjukkan mereka pada agama yang tegak

Mengajak mereka pada jalan yang lurus

Kemudian Allah menariknya karena cinta dan keinginan serta pilihan

Maka beliau tenang dan terlepas dari lelahnya kehidupan di dunia

Sungguh beliau dikelilingi oleh para malaikat yang suci

Diridloi oleh Allah Yang Maha Pengampun

Dekat di sisi Maha Raja Yang Perkasa

Shalawat dan salam serta rahmat dan barakat Allah semoga senantiasa tercurahkan pada ayahku

Muhammad nabiNya, manusia kepercayaanNya untuk menerima wahyu, manusia pilihanNya, manusia yang terbaik di antara ciptaanNya dan manusia yang diridloiNya.

Kemudian beliau mengalihkan perhatian pada hadirin seraya berkata:

Kalian, wahai hamba-hamba Allah, adalah maksud dari perintah dan laranganNya

Kalian adalah pemikul agama dan wahyuNya

Kalian adalah orang yang dipercaya Allah untuk menjaga agamaNya

Kalian adalah orang yang ditugaskan untuk menyampaikan risalah ini pada ummat yang akan datang

Seorang pemimpin kebenaran ada di tengah kalian

Dia telah mengambil janji kalian atas kewajiban

Dia tinggalkan sesuatu pada kalian

Kitab Allah yang berbicara

Qur’an yang jujur dan benar

Cahaya yang berkilauan

Sinar yang terang benderang

Bukti-buktinya jelas dan rahasia-rahasianya terungkap

Lahirnya nampak

Membuat senang pendukungnya

Membawa pengikutnya menuju keridoan Allah

Mendorong pendengarnya ke arah keselamatan

Dengannya, dapat diperoleh hujjah-hujjah Allah yang bersinar, dan

Kewajiban-kewajibanNya yang sudah dijelaskan oleh Al-quran

Larangan-laranganNya yang telah diperingatkan

Bukti-buktiNya yang terang

Dalil-dalilNya yang cukup

Keutamaan-keutamaan yang dianjurkan

Keringanan-keringanan yang diberikan

Dan syariat yang diharuskan

Maka Allah menjadikan iman sebagai penyuci kalian dari kesyirikan

Shalat sebagai pembersih kalian dari kesombongan

Zakat sebagai penjernih diri dan pengembangan rejeki

Puasa sebagai pendalam ketulusan

Haji sebagai penguat agama

Keadilan sebagai pengatur kalbu

Ketaatan pada kami [Ahlulbait as] sebagai sistem untuk bangsa

Kepemimpinan kami sebagai jaminan aman dari pecah belah

Jihad dan perjuangan sebagai kehormatan Islam

Kesabaran sebagai penopang untuk meraih pahala

Amar makruf sebagai maslahat umum

Bakti pada kedua orang tua sebagai penghindar murka

Silaturahmi sebagai penambah jumlah

Qisas sebagai penjaga darah

Kesetiaan pada nadzar sebagai peluas ampunan

Jujur dalam tolok ukur dan timbangan sebagai perubah kikir

Larangan minum arak sebagai pembasmi noda

Larangan menuduh zina sebagai tabir penghalang kutukan

Larangan mencuri sebagai penjamin kesucian

Larangan syirik sebagai ketulusan padaNya dalam pengaturan

Maka bertaqwalah kalian pada Allah dengan taqwa yang sesungguhnya, dan jangan kalian mati kecuali dalam kaadan muslim

Taatilah perintah dan laranganNya

Karena sesungguhnya hanya hamba-hamba Allah yang alim yang takut padaNya.

Wahai ummat manusia!

Ketahuilah bahwa aku adalah Fatimah!

Ayahku adalah Muhammad

Kukatakan untuk pertama dan terakhir kalinya

Aku tidak berkata salah dan tidak bertindak lalim

Sungguh-sungguh telah datang pada kalian utusan Allah dari jenis kalian sendiri, resah atas kesulitan yang menimpa kalian dan bersikeras untuk memberi petunjuk pada kalian serta lembut dan sayang terhadap orang-orang yang beriman[4]

Apabila kalian hendak menisbatkan asal usulnya maka kalian akan mendapatkan bahwa beliau adalah ayahku dan bukan ayah dari wanita kalian

Beliau adalah saudara misananku dan bukan saudara dari pria kalian

Maka sebaik-baik penisbatan adalah orang yang dinisbatkan padanya

Rasulullah menyampaikan misinya dengan menegaskan peringatan

Keluar dari jalur orang-orang musyrik

Menebas belikat mereka

Membungkam mulut mereka

Mengajak pada jalan Tuhannya dengan hikmah dan nasihat yang baik

Memecahkan arca dan menumbangkan kekafiran

Sampai akhirnya mereka kalah dan mundur

Malam terbelah oleh pagi (kedzaliman terpendam oleh Islam)

Terbitlah kebenaran yang murni

Pemimpin agama berbicara tentang agama dan perkara muslimin

Kicauan setan membisu

Pendukung kemunafikan runtuh

Jalinan kafir dan perpecahan terurai

Kalian berucap tulus

Dan orang-orang yang bercahaya putih karena lapar (puasa)

Di saat kalian sebelumnya berada di mulut api neraka

[kalian adalah] orang yang meneguk segala minuman walau bukan miliknya

Orang serakah yang tidak melewatkan satu kesempatan pun untuk menuruti kesrakusannya

Bara api orang yang tergesa-gesa

Sumber :  http://madinah-al-hikmah.net/

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: